Training Hypnotherapi

imagesSecara sederhana Hypnotherapy merupakan singkatan dari Hypnosis dan Therapy, dapat diartikan sebagai aplikasi Hypnosis di bidang terapi, atau terapi yang memanfaatkan Hypnosis sebagai teknik utama.

Prinsip dasar Hypnotherapy adalah memasukkan sugesti ke Pikiran Bawah Sadar seorang Client yang sudah berada dalam kondisi “Hypnos”, dimana sugesti  tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan “efek penyembuhan”.

Mengingat bahwa area yang di-intervensi adalah Pikiran Bawah Sadar, maka Hypnotherapy ditujukan untuk menangani kasus-kasus yang terkait dengan mental-emosional, termasuk penyakit fisik yang dipicu oleh mental-emosional yang dikenal dengan sebutan penyakit-penyakit Psikosomatis.

Apakah Hypnosis sama dengan Hypnotherapy ? Dalam arti misalkan seseorang yang telah mempelajari dan dapat mempraktekkan Hypnosis dengan baik, secara otomatis dapat melakukan Hypnotherapy ? Tentu saja tidak ! Seseorang yang sudah sangat trampil sekalipun dalam melakukan Hypnosis, tidak serta merta dapat melakukan Hypnotherapy. Hypnotherapy berkaitan dengan jiwa manusia, dan untuk itu dibutuhkan pengetahuan yang memadai di luar pengetahuan untuk membawa Subyek ke kondisi “Hypnos”.

Bagaimana Perkembangan Hypnotherapi Modern Saat Ini..?

Di masa silam, kurang lebih sampai dengan tahun 1940an, Hypnotherapy dilakukan dengan gaya “Authoritarian”, sehingga Hypnotherapy lebih mirip dengan aplikasi Stage Hypnotism di bidang therapy. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh perkembangan teknik Hypnosis yang masih sangat lekat dengan mesmerisme. Dengan pendekatan Authoritarian maka Hypnotherapy tidak banyak menghasilkan efek penyembuhan permanen, sehingga pada kurun waktu tersebut pendekatan Psikoanalisa lebih banyak dipilih.

Perkembangan berikutnya mulai merambah ke paradigma baru yaitu “Client Centered Therapy”, dimana Client benar-benar ditempatkan sebagai “pusat”, sedangkan Hypnotherapist lebih berperan sebagai fasilitator. Hypnotherapy moderen mulai meninggalkan gaya Authoritarian, berganti dengan gaya “Cooperative” dan “Permissive”.

Client Centered Therapy menganggap bahwa Client-lah yang benar-benar memahami “apa yang sesungguhnya terjadi”, dan dari Client pulalah terdapat “sumber penyelesaian”. Hypnotherapist lebih berperan untuk membantu Client untuk “menemukan permasalahannya”, juga “menemukan solusinya”, dan akhirnya Hypnotherapist membantu untuk mengintegrasikannya menjadi efek penyembuhan.

Prinsip Client Centered Therapy menempatkan manusia sebagai Subyek, dan bukannya sebagai Obyek seperti halnya Hypnotherapy masa silam. Client Centered Therapy benar-benar menganggap bahwa manusia bukanlah “mahluk sederhana” seperti mesin atau komputer yang dapat dengan mudah di-program, melainkan menempatkan manusia sebagai mahluk yang kompleks dengan berbagai pertahanan dan fondasi keyakinan.

Hypnotherapy moderen adalah “Client Centered Therapy” !

AndaTertarik Untuk Mengikuti Pelatihan Hypnotherapy ?

jadwal training hypnotherapy

Daftar Sekarang Discount 500 Ribu..!!