Sejarah Perkembangan Ilmu Hipnotis

PRIVATE PROFESSIONAL HYPNOTHERAPISTS SAMPAI BISA

RP. 3.000.000,-

HANYA UNTUK YANG SUDAH MENGIKUTI PELATIHAN PROFESSIONAL HYPNOTISTS

Klik Disini

Hipnotis merupakan sebuah keilmuan yang menjadi misteri bagi sebagian kalangan, kini perkembangan keilmuan hipnotis ini terus melaju pesat serta sangat banyak di kenal di kalangan masyarakat luas. Namun apa yang muncul pada permukaan justru menimbulkan polemik baru yang justru membuat keilmuan Hipnotis ini menjadi suram dan mengerikan serta berkonotasi negatif.

Secara sederhana Hipnotis dapat di definisikan sebagai sebuah keilmuan yang mempelajari pola kerja automatic nya pikiran manusia. Keilmuan ini mengedepankan ketrampilan dalam berkomunikasi secara persuasif. Jika melihat pada layar televisi, dimana banyak acara televisi yang menyuguhkan tayangan Hipnotis di kemas dengan tema Hiburan, tentu saja itu sah-sah saja namun ada yang perlu anda ketahui bahwasanya Hipnotis bukan sekedar tehnik menidurkan orang lain lalu memerintahkan nya untuk melakukan apapun yang di inginkan oleh juru hipnotis. Apa yang anda saksikan di layar televisi hanyalah sebagian dari sekian banyak aplikasi yang terkandung di dalam keilmuan Hipnotis ini. Aplikasi Hipnotis paling terkenal memanglah Stage Hypnotis, Yaitu Keilmuan Hipnotis yang di gunakan untuk pertunjukan atau dunia hiburan.

Keilmuan Hipnotis sebenarnya sudah ada sejak abad ke 18. Pada masa itu keilmuan Hipnotis ini di kenal sebagai Magnetism yang di temukan oleh Dr. Franz Anton Mesmer dari wina Austria.

Beberapa tokoh yang turut menggunakan keilmuan ini di era Mesmer yaitu :

Franz Anton Mesmer (1735-1815)

Mesmer lahir 23 Mei 1734, di Iznang, Lake Constance, Austria. Dia mendapatkan gelar Doctor pada tahun 1766 dengan makalahnya yang berjudul De Planetarum Influx (Dalam Pengaruh Planetplanet). Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Cairan yang tidak mengalir dengan lancar karena tersumbat bisa menyebabkan manusia menjadi tidak sehat secara mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Istilah ini dinamakan Animal Magnetism.

Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi magnet. Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu. Jika pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang kabel yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian pada saat pengobatan, Mesmer melakukan sebuah drama penyembuhan yang menimbulkan efek sugesti yang kuat. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi terhanyut dalam imajinasi drama tersebut. Ada juga pasien yang mengalami halusinasi sehingga seolah-olah melihat tangan Mesmer mengeluarkan asap atau energi. Pada sesi terakhir proses penyembuhannya, Mesmer menyentuh pasien sambil memberi sugesti bahwa pasien sudah
disembuhkan.

Mesmer mengklaim bahwa dirinya memiliki energi magnetis, semacam kesaktian yang bisa menyembuhkan. Mesmer juga mengaku bisa mengalirkan energi magnetis ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari kalangan medis karena teorinya dinilai tidak ilmiah. Kondisi ini membuat Mesmer tidak betah di Wina dan kemudian pindah ke Prancis. Nasib Mesmer ketika di Prancis pun tidak jauh beda. Meskipun beberapa dokter mendukung dan masyarakat merasa tertolong dengan kehadiran Mesmer, sebagian besar dokter Prancis tidak senang dengan Mesmer. Sebab itulah pada tahun 1781 Mesmer pindah ke Belgia.

Ternyata, kepergian Mesmer dari Prancis ke Belgia tidak membuat ajaran mesmerisme mati. Mesmerisme makin berkembang pesat di Prancis dan membentuk sebuah organisasi yang khusus mempelajari Mesmerisme. Kemudian atas permintaan penganut mesmerisme di Prancis, Mesmer kembali lagi Ke Prancis. Kedatangan Mesmer ke Prancis yang kedua kalinya ini juga mendapatkan perlawanan dari kalangan medis. Mereka meminta Raja Louis XVI untuk membentuk komisi khusus yang menyelidiki metode penyembuhan Mesmer. Hasil penyelidikan ini mendiskreditkan Mesmer. Akhirnya Mesmer Pindah ke sebuah desa kecil di Swis dan menghabiskan masa tuanya untuk mengobati orang-orang miskin.

Marquis de Puysegur (1751 – 1825)

Puysegur adalah seorang mantan Militer Prancis yang mendalami Mesmerisme. Dia menyatakan perlunya eksperimen dalam pengembangan Mesmerisme. Puysegur memperkenalkan banyak konsep baru bagi Mesmerisme, seperti somnambulisme artifisial, otomatisme motor, katalepsi, anestesia, amnesia, perbedaan individual dalam sugestibilitas, serta halusinasi positif dan negatif.

John Elliotson (1791 -1868)

John Elliotson adalah profesor dari University Hospital di London, Inggris. Dia mengenal hipnotis dari Richard Chenevix, seorang murid dari Faria, dan mendalami hipnotis dari Baron de Potet. Elliotson memulai eksperimen hipnotisnya di tahun 1837. Dia menemukan bahwa pasiennya bisa menjalani pembedahan tanpa merasa nyeri. Dia melakukan hipnotis kepada pasiennya kapanpun itu memungkinkan. Namun apa yang dilakukan Elliotson bertentangan dengan keyakinan para dokter senior waktu itu. Main stream saat itu mempercayai bahwa rasa sakit dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Konsekuensinya Elliotson pun di-diskreditkan oleh banyak dokter. Tidak peduli dengan komentar orang lain, Elliotson terus maju memperkenalkan magnetisme kepada dokter-dokter muda yang diharapkan punya pemikiran baru. Dia mendapatkan banyak sekali pengikut dari dokter-dokter muda. Namun serangan dari kalangan dokter senior semakin kuat sampai pada titik Elliotson memutuskan untuk keluar dari Rumah Sakit dan Universitas, dan tidak pernah kembali lagi.

Elliotson memperjuangkan magnetisme agar diterima secara resmi oleh dunia medis selama 30 tahun. Dia juga menerbitkan sebuah jurnal bernama “Zoist” yang membuat James Esdaile tertarik. James Esdaile (1808 – 1859)
Dia adalah dokter asal Skotlandia yang bertugas di sebuah rumah sakit di Calcutta, India. Esdaile mencatat rekor penggunaan Mesmerisme dalam pembedahan. Dilaporkan bahwa dia berhasil melakukan ribuan operasi kecil dan 300 operasi besar tanpa rasa sakit. Adanya Mesmerisme yang bisa menghilangkan rasa sakit ini sangat penting karena pada waktu itu belum ditemukan obat bius. Semua dokter waktu itu, apabila tidak menggunakan Mesmerisme, maka harus melakukan pembedahan dengan mengandalkan kecepatan tangan sambil mendengarkan jeritan sakit dari
pasien.

Sejak jaman Mesmer tahun 1735 sampai periode James Esdaile tahun 1859, Hipnotisme (yang waktu itu masih dikenal sebagai mesmerisme) banyak mendapatkan pertentangan dari kalangan medis, karena mereka menganggap Mesmerisme tidak ilmiah dan mengandung unsur mistik. Pada tahun 1846, nitrous oxide dan ether telah ditemukan dan sangat berhasil digunakan dalam pembedahan dan menjadi pilihan dunia kedokteran saat itu. Apa yang dilakukan oleh Esdaile dan Elliotson dianggap menyimpang dari praktik kedokteran yang berlaku saat itu.

setelah melewati beberapa periode dan tokoh-tokoh yang terus menggali keilmuan Hipnotis ini, maka munculah era Modernisasi Hipnotis dan kini sudah semakin maju dengan berbagai teory serta bukti ilmiah yang ada di dalam keilmuan Hipnotis. Era Modern hipnotis di pelopori oleh Milton Hyland Erickson.

Siapa saja kah tokoh-tokoh sebelum dan sesudah Milton Erickson ?

James Braid (1795 – 1860)

Dokter dan penulis terkenal di Inggris, James Braid merupakan orang pertama yang mencoba menjelaskan fenomena mesmerisme dari sudut pandang ilmu psikologi. Ia adalah seorang ahli bedah dan seorang penulis yang produktif dan andal. Ia juga sangat dihormati oleh British Medical Association.

Pada tahun 1841, ia melakukan pemeriksaan medis pertama terhadap seorang subjek yang berada dalam kondisi trance mesmerisme. Setelah pemeriksaan pertama, ia memulai eksperimen pribadi dan melibatkan rekan kerja yang ia percaya. Dari hasil penelitian yang ia lakukan, akhirnya hipnotis dapat dijelaskan dalam kerangka ilmiah dan diterima sebagai suatu teknik pengobatan oleh dunia kedokteran Inggris.

Dalam penelitiannya, Braid menemukan bahwa memfokuskan pandangan mata (eye fixation) mengakibatkan suatu kondisi kelelahan, misalnya kelopak mata menjadi sangat lelah sehingga tidak bisa dibuka oleh subjek. Ia beranggapan, itu adalah kunci mesmerisme. Setelah melakukan lebih banyak eksperimen, Braid akhirnya mengembangkan teori tentang perhatian mata. Ia meminta subjek untuk menatap berbagai objek dari berbagai posisi, termasuk memandang
matanya dan juga api lilin, dan berhasil membawa subjek masuk ke kondisi trance. James Braid disebut sebagai Bapak Hipnotis, karena dia yang memperkenalkan nama hipnotis atau hypnotism untuk menggantikan mesmerisme dan magnetisme.

Ambroise Auguste Liebeault (1823 – 1904)

Dokter Prancis yang baik hati yang mengabdi pada rakyat miskin, yang tidak pernah menuntut biaya pengobatan kepada pasiennya. Liebeault menyatakan bahwa yang membuat orang memasuki kondisi hipnotis adalah sugesti verbal (sugesti yang diucapkan). sugestibilitas dan kemampuan imajinasi klien dipandang sebagai kunci keberhasilan hipnoterapi.


Jean Martin Charcot (1825 – 1893)

Charcot adalah neurolog yang sangat terkenal di Prancis. Disamping nama besarnya dalam dunia medis, eksperimennya dalam bidang hipnotis tidak dilandasi oleh pengetahuan yang mendalam. Sehingga dia menyimpulkan bahwa hipnotis adalah kondisi tidak normal yang bisa melemahkan pikiran seseorang. Apa yang dikatakan Charcot tentang hipnotis telah membuat ilmu hipnotis mundur, sehingga hanya sedikit orang yang mempelajari hipnotis. Pendapat Charcot ini kemudian ditentang oleh Nancy School of Hypnosis.

Sigmund Freud (1856 – 1939)

Jasa terbesar Freud dalam bidang memahami pikiran manusia adalah menyusun teori yang sistematis tentang pikiran sadar, pikiran tak sadar, dan cara kerja pikiran. Dia juga menemukan teknik psikoterapi yang dinamakan psikoanalisa. Namun dalam bidang hipnotis, dia bukanlah tokoh yang ikut mengembangkannya, alih-alih menyebabkan kemunduran hipnotis. Sebagai tokoh yang disegani, pernyataannya yang negatif mengenai hipnotis telah membuat para pakar lain untuk berhenti atau tidak mau mempelajari hipnotis. Freud menghabiskan waktu 19 Minggu untuk belajar hipnotis dari Charcot. Namun dalam praktek hipnotis, Freud sering gagal menghipnotis orang normal karena dia kurang terampil menjalin rapport dengan klien yang. Karena kegagalannya itu, Freud membuat pernyataan bahwa hipnotis hanya berhasil untuk orang yang sakit mental dan mengklaim bahwa hipnotis memiliki efek samping yang membahayakan. Apa yang dikatakan Freud tersebut serupa dengan pendahulunya, Charcot.

Freud meninggalkan hipnotis, dan kemudian menciptakan psikoanalisa. Ada yang belum banyak diketahui orang mengenai hubungan Freud dan hipnotis. Meskipun Freud tidak menggunakan hipnotis dalam menerapi pasiennya, sebenarnya dia tetap mempelajari dan mengamati perkembangan hipnotis. Freud ternyata sangat tertarik dengan hipnotis. Diceritakan oleh Gerald F. Kein dalam pelatihannya, bahwa beberapa bulan sebelum Freud meninggal, dia merekam pernyataannya tentang hipnotis. Ada audio tape dari Frued yang dibawakan oleh seorang keponakan Freud di acara konferensi tahunan hipnotis. Isinya kurang lebih: ”kami telah mempelajari hipnotis selama 39 tahun, dan kami masih belum mengenal seluruhnya tentang hipnotis. Jika kami menyadari dari dulu bahwa hipnotis adalah alat yang paling efektif dalam transformasi pikiran manusia, kami tidak akan mengembangkan psikoanalisis yang sekarang masih dianggap orang sangat berguna…..”

Milton Hyland Erickson (1901-1980)

Erickson dipandang sebagai Hipnoterapis dan psikoterapis yang paling kreatif sepanjang sejarah hipnotis. Kehebatan Erickson di dunia psikoterapi mungkin bisa disetarakan dengan Freud dalam menjelaskan perilaku manusia. Erickson menjalani hidup yang unik dengan keterbatasan yang ia alami, mulai dan buta warna, agak tuli, dan dyslexia. Ia juga menderita sakit polio sebanyak dua kali, yaitu pada usia 17 dan 51 tahun. Erickson sangat berbeda pendapat dengan pendahulunya mengenai hipnotis. Dia menyatakan bahwa dalam suatu proses hipnotis, yang paling berperan adalah pikiran klien sendiri. Erickson juga menyatakan bahwa hipnotis adalah kondisi yang wajar dan tidak bisa digunakan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan dan normal yang dianut seseorang.

Erickson mengubah pola sugesti hipnotis dari yang bersifat direct (langsung memerintahkan subjek untuk melakukan sesuatu) menjadi indirect (tidak langsung dengan cara menggunakan cerita atau perumpamaan). Dia juga mengembangkan teknik-teknik sugesti serta pendekatan ideodinamik (pola interaktif) dalam proses terapi. Selama enam puluh tahun, M. Erickson rata-rata menghipnotis 14 orang per harinya! Dengan berbagai macam teknik yang dilakukan Erickson, prosentase orang yang dapat dihipnosis dalam suatu komunitas menjadi naik. Orangnya sangat kocak, bahkan dengan non verbal pun dia dapat menghipnotis orang lain cukup hanya dengan bersalaman saja. Akibatnya banyak teman-teman dekat Erickson tidak mau bersalaman dengannya karena takut dihipnotis. Atas jasanya, maka hipnotis dapat diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatris Amerika sebagai alat terapi sejak tahun 1958.

Dave Elman (1900-1967)

Tokoh lain yang mengembangkan hipnotis adalah Dave Elman yang mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi. Karir Elman dalam hipnotis melonjak sejak pertunjukan hipnotisnya yang disaksikan banyak dokter. Sejak saat itu, banyak sekali dokter yang belajar hipnotis dari Dave Elman. Dave Elman terkenal dengan teknik induksinya yang diberi nama “Elman Induction” dan bukunya yang berjudul Hypnotherapy.

Ormond McGill (1913-2005)

Ormond Mc Gill yang spesialisasinya sebagai seorang Stage Hypnotist dan dijuluki sebagai The Dean of American Hypnotist. Bukunya yang berjudul The New Encyclopedia of Stage Hypnotism menjadi semacam “kitab suci” bagi setiap orang yang ingin mendalami hipnotis. Setelah melalui proses sejarah yang panjang, dengan perjuangan para tokoh-tokoh yang mengembangkan dan memperkenalkannya kepada umum, sekarang hipnotis sudah diterima sepenuhnya sebagai alat terapi yang berguna dan aman. hipnotis telah diakui sebagai salah satu dari metode terapi yang sah oleh berbagai lembaga negara, diantaranya:

– British Medical Association pada tahun 1955,
– American Medical Association pada tahun 1958, dan
– American Psychological Association pada tahun 1960.

Dari sejarah diatas, anda bisa melihat sendiri betapa ilmu hipnotis memerlukan sejarah yang sangat panjang agar bisa diakui secara ilmiah/medis. Hal ini terjadi karena memang alam bawah sadar sulit diteliti secara science karena belum ditemukannya teknologi manusia yang mampu merambah sampai alam bawah sadar. Kini, setelah ditemukannya alat pengukur gelombang otak (EEG), kita dapat melihat gelombang otak seseorang dalam kondisi terhipnosis. Dengan demikian, nampak jelas bahwa ilmu metafisika selalu lebih maju daripada teknologi manusia namun sayangnya ilmu metafisika harus “bersabar” menunggu teknologi manusia yang mampu mengukurnya sehingga bisa disebut ilmiah.

Kini saat nya anda merubah paradigma anda terhadap keilmuan yang sangat bermanfaat ini, Untuk anda yang berdomisili di kota bekasi anda bisa langsung menghubungi Master Ari Anchor Mind Stimulator untuk bisa berbincang-bincang seputar dunia Hipnotis dan Bisa langsung belajar tentang bagaimana cara melakukan Hipnotis kepada orang lain dan diri sendiri.

Master Ari Anchor adalah sosok yang turut serta mengembangkan keilmuan Hipnotis ini di tanah indonesia. Beliau berdomisili di kota Bekasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari keilmuan ini, maka untuk anda yang berdomisili di daerah Jakarta, Tambun, Cibitung, Cikarang, Karawang, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Sekitarnya bisa segera menghubungi Master Ari Anchor.

 

Sekilas Info :


Ari Anchor Awareness Academy merupakan sebuah lembaga pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi yang berada di bawah naungan Institut Hypnotis Hypnotherapi Indonesia “IHHI”. Jika anda membutuhkan jasa pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi atau jika anda membutuhkan jasa klinik Hipnoterapi yang berguna untuk :

  • Mengatasi masalah terkait dengan Pikiran dan Perasaan
  • Mengatasi masalah kecanduan
  • Mengatasi persoalan terkait dengan cinta (Putus cinta, Sulit move on, Posesif, dll)
  • Mengatasi masalah psikosomatik
  • Mengatasi Stress/Trauma/Phobia/Depresi/Anxiety, Dll
  • Mengatasi Permasalahan Keluarga
  • Mengatasi Masalah Anak
  • Mengatasi problem sexualitas (LGBT, Ejakulasi Dini, Dll)
  • Dll

anda bisa menghubungi kami di :

  • Nomor Handphone : 0812 8000 4351
  • WhatsApp / Line : 0812 8000 4351
  • Pin BBM : 5CFC5743
  • Alamat : Jl. Dewi Sartika No. 21 RT 05/ RW 08 Kel. Margahayu Kec. Bekasi Timur – BEKASI “Maps Google”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daftar Sekarang Discount 500 Ribu..!!